Informasi Sekolah

Memahami Sejarah Shalat Tarawih dalam Kultum Ramadhan MAN Insan Cendekia Jambi

Suasana Ramadhan di MAN Insan Cendekia Jambi semakin khidmat dengan digelarnya kultum yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keasramaan, Dedi Haryanto, S.S. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema sejarah shalat tarawih serta landasan pelaksanaannya dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari pembinaan keasramaan selama bulan suci Ramadhan.

Dalam pemaparannya, Dedi Haryanto menjelaskan bahwa semangat pelaksanaan shalat tarawih tidak terlepas dari perintah puasa yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah. Ayat tentang kewajiban berpuasa menjadi dasar bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai ibadah, termasuk qiyamul lail atau shalat malam yang dikenal sebagai tarawih.

Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa shalat tarawih telah dicontohkan langsung oleh Muhammad. Pada masa Rasulullah SAW, tarawih pernah dilaksanakan secara berjamaah di masjid beberapa malam. Namun, beliau kemudian menghentikan pelaksanaan berjamaah secara rutin karena khawatir ibadah tersebut akan diwajibkan kepada umatnya, sehingga memberatkan.

Pelaksanaan shalat tarawih berjamaah kemudian kembali dihidupkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan menjadi tradisi umat Islam hingga saat ini. Melalui kultum ini, Dedi Haryanto mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya melaksanakan tarawih sebagai rutinitas, tetapi juga memahami sejarah dan maknanya sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW serta upaya meningkatkan keimanan selama Ramadhan.